Sungguh salut saat melihat Kick Andy dengan hostnya Andi Flores Nauya pada hari ini Minggu, 10 Agustus 2008,seorang penjual jamu, tukan air keliling, tukang bakso keliling, pemulung bisa menyekolahkan anaknya hingga anaknya sampai mengenyam pendidikan Strata 2 (S-2) atau magister di Jepang, wah sungguh hebat, semangat juang orang tua untuk masa depan anaknya lebih baik, orang tua mau menyekolahkan anaknya dengan semangat yang luar biasa.
Kita coba merenung, kadang ada anak yang sudah disekolahkan tetapi disia-siakan dengan males-malesan untuk belajar, padahal orang tua berharap anaknya bisa lebih baik. Penulis merasakan juga bagaimana sekolah dan perjuangan seorang orang tua untuk membiayai anaknya untuk mengenyam pendidikan.
Penulis bangga dengan semboyan “Ra usa ninggalin warisan sawah ombo, cukup mung sawah sebatuk…” dengan kalimat ini, karena memilki nilai filosofis, dimana artinya “tak perlu warisan sawah yang luas (harta) cukup hanya tinggali sawah seluas jidat (otak, ilmu atau pikiran)” meski keluarga dengan ekonomi kurang ataupun ekonomi yang pas-pasan semangat untuk belajar dan menuntut ilmu harus ada pada diri seseorang, agar hal tersebut bisa menjadikan perubahan “Change or Die” Berubah atau mati. Kalau kita tetap seperti ini ataupun makin parah merupakan orang yang merugi, hari esok harus lebih bagus dari pada hari ini.
Hal yang paling berharga yang penulis sampaikan adalah motivasi orang tua dan kegigihan mereka untuk menjadikan anak-anaknya lebih baik, meski hanya buruh tani. Tak heran dimana-mana penulis selalu berteriak untuk kesejahteraan kamu buruh. Semua tak lepas dari proses yang terjadi selama ini, orang tua ku yang mendidik ku dan memberikan yang terbaik untukku, ku in gin membalasnya dengan luasnya langit ini itu masih belum cukup.
Ku berdoa pada Ilahi agar dia tidak menaruh dunia ini di hati ku, tapi semoga Dia menaruh dunia ini di tangan ku…