Indonesia Negara Agraris

29 07 2008

Hasil bumi yang melimpah ruah, letak Indonesia yang sangat strategi dan iklim yang stabil meruapak kekayaan yang luar biasa, hasil bumi yangmelimpah ruah, tanah yang subur dan negara makmur. Indonesia adalah negara agraris (katanya) dimana hasil bumi dalam biadng pertanian, perkebunan banyak dihasilkan. Disini penulis terkesan dengan iklan “pesan” dari HKTI yang di sampaikan oleh Prabowo Subianto, dimana belakangan ini dikenal sebagai calon presiden yang dicalonkan oleh Partai Gerindra. Disampaikan bahwa Indonesia penghasil pertanian, perkebunan terbaik bahkan susu hasil ternak terbaik, karena bumi atau tanah di Indonesia memang subur dan baik, sehingga hasilnya juga bagus.

Sangat disayangkan hasil bumi Indonesia mulai tidak dikenal oleh warganya sendiri, Jeruk Pontianak kalah dengan jeruk mandari, anggur dan Mangga dari Probolinggo, apel dari kota Batu, dan masih banyak hasil bumi yang kalah dengan buah import. Sungguh miris sekali jika ini terus berlangsung, karena akan mengancam hasil bumi dan nasib petani kita. Beras dan ketan harus kita import dan kita barter dengan pesawat terbang yang merupakan hasil teknologi tinggi. Harga beras mahal, ketika musim panen tiba, harga gaba turun drastis, waktu musim tanam harga pupuk naik tinggi dan itupun harus antri untuk mendapatkannya.

Negara agraris nampaknya tinggal selogan saja, mungkin juga dengan negara maritim juga tinggal selogan, hasil laut kita dijarah oleh bangsa asing. Nasib negeri ini sangat memprihatinkan, petani sudah mulai teringkirkan dengan menyempitnya lahan, mahalnya pupuk dan rendahnya keuntungan (bahkan rugi). Jika tidak dikembalikan kejayaan nasib kaum petani, akan seperti apa nasib bangsa kita.

Harga sembako naik selangit, bahkan tak terbeli, seandainya hasil bumi ini diperhatikan dengan serius oleh pemerintah, mungkin akan mengurangi beban penderiataan rakyat atas mahalnya harga sembako maupun nasib petani. Lapangan pekerjaan pun menurun, sedangkan pengangguran tiap hari bertambah. Andai pertanian dijadikan lapangan industri yang dikelola oleh pemetintah dengna baik dan benar, tentu akan mengurangi angka pengangguran dan dapat mensejahterakan rakyatnya.

Marilah kita coba untuk mencintai hasil bumi Indonesia sendiri,meski rasanya tak semanis produk import, tapi kita berusaha membantu menumbuhkan dan mesejahterakan petani Indonesia dan menjadikan bangsa yang besar, serta memulihkan sebutan negara agraris, dan semoga Indonesia berhasil berswasembada pangan (beras) yakni pada tahun 1985, 1986 dan 1987 saat ini beras harus import dari Vietnam dan Thailand, sungguh memprihatinkan sekali.

Marilah kita perjuangkan nasib petani, jika perlu kita lakukan revolusi hijau yakni dengan menghasilkan produk unggulan yang berkualitas dan kuatitas yang besar, sehingga petani sejahtera dan rakyat juga sejahtera. Rakyat sejahtera, petani sejatera, bangsa makmur.(dwi)


Aksi

Information

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: