Pacaran, Nikmat atau Maksiat?

21 09 2008

PACARAN
(Nikmat atau Maksiat)
 
ياايهاالناس اناخلقنكم من ذكروانثى وجعلنكم سعوبا وقبا ئل لتعا رفواان اكرمكم
عندالله اتقكم ان الله عليكم خبير
 
“Hai manusia sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki sdan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal menngenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu di sisi Allah adalah orang yang paling bertakwa diantara kamua. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal (Al-Hujurat 13)
 
Di era yang maju seperti saat ini dimana perkembangan ilmu pengetahuan melaju dengan sangat pesat, setiap orang dituntut untuk mengingkatkan kesholehannya baik secara individu maupun social. Artinya control pribadi dan social semakin dibutuhkan dalam rangka manyaring budaya yang masuk secara global. Bukan kemudian kita (bangsa Indonesia) merasa sok suci dengan mem-filter budaya barat yang notabene-nya sangat bebas. Tetapi lebih kepada kehati-hatian kita untuk bisa memilah dan memilih budaya yang sesuai dengan karakter kita sebagai orang timur dan muslim.
 
Ketika control sudah hilang, maka tidak ada lagi nilai norma-norma yang selama ini sudah ada. Dan mungkin inilah yang dinamakan kiamat. Ketika hokum alam dunia sudah tidak bisa dikendalikan sehingga merusak lapisan ozon kehidupan dan gaya gravitasi persaudaraan sudah pudar maka apa yang terjadi?
 
Sekali lagi bukan kemudian kita sok suci, tapi setidaknya kita sadar akan ketidaksucian ini sehingga bangkit untuk mempertahankan hokum kekekalan energi khalifah fil ardhi. Boleh jadi ketika hokum gaya sentripetal sudah lenyap, maka tidak ada lagi manusia yang mau mengerjakan ibadah haji seperti saat ini.
 
Dalam dunia remaja telah dikenalkan adanya hokum Coloumb dan medan cinta yang membuat mereka sering salah tingkah ketika bertemu dengan lawan jenis. Antara pria dan wanita terkena hokum yang sama. Ketika ada sinyal muatan yang berbeda dengan jarak yang relative maka akan terjadi gaya saling menarik dan di masing-masing muatan akan terjadi medan cinta. Subhanallah, hokum alam seperti ini bisa dilogika dengan perhitungan matematis.
 
Ketika menilik rumusan hokum-hukum fisika seperti di atas sebenarnya kita bisa mengerti dengan apa yang sebenarnya dimaksudkan oleh Allah. Keajaiban yang dapat diterima oleh akal manusia membuat kita sadar akan keesaan Tuhan. Permasalahnnya adalah apakah kita sudah meluangkan waktu sedikit saja untuk berfikir dan memanfaatkan akan ciptaan Tuhan? Bukannya kita bersyukur, malah kita merusaknya. Semoga Tuhan mengampuni dosa-dosa kita dan memberi hidayah agar kita berterima kasih kepada-Nya.
 
Bicara tentang kata pacaran akan membawa kita kepada diskusi yang berkepanjangan dan tak akan ada habisnya. Karena cinta sendiri tidak bisa dilogika tapi bisa dirasakan dan dinikmati juga dijalankan.
 
Memang disini saya kurang tepat untuk berbicara tentang pacaran dan cinta. Beberapa factor yang menyebabkan bobot tulisan ini akan menjadi turun. Pengalaman pribadi yang begitu unik ditambah diskusi kecil dengan beberapa teman yang sedang jatuh cinta sampai kecewa karena cinta membuat saya berani menulis karya ini. Semoga pembaca sekalian bisa membantu saya untuk menemukan titik terang yang lebih pas tentang tema ini.
Selamat membaca … (Padahal sudah banyak tulisan di atas. He he he)
 
PACARAN. Kata yang berakar dari kata pacar dan mendapat akhiran –an. Kata dengan akhiran –an dapat membentuk arti kata kerja atau aktifitas atau dapat membentuk arti lainnya. Kata pacaran sendiri menunjukkan arti aktifitas pacar. Dalam kamus Bahasa Indonesia yang saya punya kata pacar tidak diketemukan. Tapi kalo tidak salah tahu bahwa pacar itu adalah penghias kuku atau tangan yang biasa dipakai oleh cewek. Tetapi dalam kamus bahasa Indonesia-Inggris ditemukan bahwa pacar adalah lebih cenderung kepada sex.
 
Kalo boleh saya berpendapat, kata pacar dapat saya jabarkan sesuai penggalan masing-masing kata pembentuk kata pacar. P-A-C-A-R, masing-masing huruf memiliki arti tersendiri.
 
P : Pelajaran / Pendidikan
 
Dalam berpacaran seharusnya sang kekasih harus memiliki ilmu tentang semua hal. Pendidikan pergaulan, psikologi dan lain-lain harus dimengerti agar dalam berpacaran tidak salah jalan.
 
A: Adil
 
Tentunya sang kekasih harus bisa adil dalam segala hal. Waktu, perhatian, uang dan tenaga harus bisa bibagi untuk kepentingan pribadi dan kebutuhan untuk bersama sang kekasih.
 


C: Cinta
 
Khan tidak mungkin pacaran tidak memiliki cinta. Seperti sayur tanpa garan, tidak ada rasanya. Hambar. Kalau tidak salah tau ada yang mengatakan bahwa hakikat cinta seperti orang yang tenggelam dalam lautan dan tidak bisa melihat daratan lagi.
 
A: Akhlak
 
Seharusnya sang kekasih harus bisa mengkontrol seberapa nilai-nilai akhlak yang telah dilakukan oleh kekasihnya. Adanya saling menilai akhlak masing-masing dan saling menguatkan agar akhlak semakin baik.
 
R: Rahmat
 
Kata PACA adalah sebagai prasyarat dan syarat proses dalam berpacaran dan kemudian selanjutnya diharapkan ada nilai lebih yaitu tercapainya rahmat atau kasih saying yang diridhoi Allah.
 
Dari penggalan kata tersebut di atas menjelaskan criteria pacaran antara cowok dengan cewek harus memiliki nilai-nilai tersebut di atas. Maksudnya pacaran dapat dilihat dari kaca mata Islam sebagai system control nilai bagi kaum muslim. Jadi pacaran jika diaplikasikan sesuai nilai-nilai agama dan tidak melanggar norma-norma yang ada dalam masyarakat maka pacaran itu dibolehkan.

Aksi

Information

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: