Tugas Kuliah Jumat, 12 Maret 2010

13 03 2010

Berikut tugas Sistem Hukum Indonesia kelas AD dan Kelas AE.

sebagai bahan dari kasus berikut:

Jakarta – Beberapa tersangka teroris seperti Noordin M Top, dan Dulmatin tewas ditembak mati oleh polisi. Advokat senior Adnan Buyung Nasution menilai tindakan tersebut menyalahi prosedur hukum terutama dalam falsafah doktrin polisi yang tidak memperbolehkan polisi untuk mengadili penjahat.

“Tindakan itu tidak sesuai dengan falsafah doktrin polisi. Polisi tidak berhak mengadili sendiri,” ujar Buyung Nasution kepada wartawan di kantornya di Menara Global, Jl Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jumat(12/3/2010).

Dikatakan Buyung, sesuai dengan prosedur hukum, dalam keadaan normal tugas polisi hanya menangkap penjahat. Kalau tidak bisa ditangkap secara normal, bisa dilumpuhkan, tapi bukan berarti dimatikan.

“Bisa ditembak di kaki atau paha. Kalau dtembak mati berarti polisi mengadili,” tuturnya.

Menurut Adnan, falsafah polisi yang sesuai hukum adalah menangkap yang bersalah lalu menyerahkannya ke pengadilan. Setelah itu biar pengadilan yang mengadili melalui persidangan.

Meskipun demikian, lanjut dia, berlaku pula keadaan berbeda saat terjadi baku tembak. Pada saat itu tentu saja polisi harus membela diri, menembak mati pun menjadi satu-satunya pilihan. Kalau jadi kebiasaan untuk menembak mati, kata dia, hal itu justru menjadikan si teroris sebagai idola dan pahlawan karena mati martir.

“Itu keadaan eksepsional, jangan jadi kebiasaan,” tutup mantan anggota Wantimpres ini.

sumber : detik.com

  1. Dalam konsep Negara hukum, salah satunya terdapat pengakuan terhadap Hak Asasi Manusia (HAM). Menurut anda, apakah selama ini penangan kasus terorisme dengan menembak mati orang yang diduga teroris disaat mau ditangkap itu melanggar HAM? Perlu diingat, polisi tidak mempunyai kewenangan dalam mengadili.
  2. Hukum sebagai panglima, jelaskan apa yang dimaksudkan dengan hukum sebagai panglima?
  3. Sebutkan ladasan atau dasar agar hukum berlaku efektif dan jelaskan.

Dikumpulkan kamis, 18 Agustus 2008 sebelum pukul 21.00 WIB melalui email atau dapat diserahkan langsung sebelum hari jumat tanggal tanggal 19 Maret 2010 .

Selamat Belajar, semoga kita makin pandai dan menjadi orang sukses sepanjang hayat…

Wassalam

Dwi Yono


Aksi

Information

One response

18 03 2010
indah gustiarini

1.Dalam konsep Negara hukum, salah satunya terdapat pengakuan terhadap Hak Asasi Manusia (HAM). Menurut anda, apakah selama ini penangan kasus terorisme dengan menembak mati orang yang diduga teroris disaat mau ditangkap itu melanggar HAM? Perlu diingat, polisi tidak mempunyai kewenangan dalam mengadili.
Jawab :
Menurut saya penanganan kasus terorisme dengan menembak mati orang yang diduga teroris sangat melanggar hak asasi manusia karna setiap manusia sudah mempunyai hak dan kewajiban masing-masing.Para teroris mempunyai hak apabila ia melakuakan suatu masalah dapat di selesaikan di pengadilan dan polisi mempunyai tugas untuk menangkap para teroris bukan untuk membunuh padahal negara Indonesia adalah negara hukum jadi dari semua perbuatan kesalahan yang dilakukan oleh siapaun dan dimanapun dapat di adili dan di hukum sesuai hasil persidangan.apabila semua polisi melakukan tindakan yang sama itu sama saja polisi main hakim sendiri dan untuk apa di buat peraturan hukum yang semua orang wajib menaati jika akhirnya semua permasalahan di selesaikan dengan main hakim sendiri.

2.Hukum sebagai panglima, jelaskan apa yang dimaksudkan dengan hukum sebagai panglima?

Menurut dari artikel yang saya baca di http://jurnalhukum.blogspot.com/2008/06/liputan-khusus-hukum-masih-sebagai.html saya sependapat bahwa yang dimaksudkan dengan hukum sebagai panglima adalah secara umum bahwasanya masyarakat Indonesia masih sangat membutuhkan pilar-pilar hukum melaksanakan pembangun berkelanjutan di tanah air. Tentunya menjadi tantangan bagi seluruh masyarakat hukum Indonesia, baik yang berada di dalam negeri maupun di luar negeri sekalipun. Pada dasarnya masyarakat Indonesia masih memberikan harapan terhadap konsep-konsep Hukum sebagai sang Panglima dalam membangkitkan Indonesia dari keterpurukannya selama ini, khususnya terkait dengan konsep “Sustainable Development”. Perefleksian hal tersebut semata-mata sebagai amanah guna mengimplementasikan berbagai konsep-konsep hukum lainnya yang dipercaya dapat mengeluarkan negeri Indonesia dari krisis multidemensi yang kian menerpa selama ini. Hukum (masih) sebagai Panglima, oleh karenanya berbagai konsep hukum yang pernah atau akan kita buat wajib diimplentasikan dengan cara yang benar dan sungguh-sungguh agar di kemudian hari tidak bermetaforsa sekedar menjadi “macan kertas” belaka. Semoga tidak!

3. Sebutkan landasan atau dasar agar hukum berlaku efektif dan jelaskan.
Jawab:
tiga dasar agar hukum berlaku secara efektif yaitu dasar yuridis, sosiologis, dan filosofis.

Landasan Yuridis
Dasar yuridis dalam pembuatan per-UU menunjukkan :
 keharusan adanya kewenangan dari pembuat peraturan perundang-undangan, jika tidak, peraturan perundang-undangan itu batal demi hukum (van rechtsweg nietig). Dianggap tidak pernah ada dan segala akibatnya batal secara hukum.
 keharusan adanya kesesuaian bentuk atau jenis peraturan perundang-undangan dengan materi yang diatur, terutama kalau diperintahkan oleh peraturan perundang-undangan yang lebih tinggi atau sederajat.
 keharusan mengikuti tata cara tertentu. Apabila cara tertentu tidak diikuti, peraturan perundang-udangan mungkin batal demi hukum atau tidak/belum mempunyai kekuatan hukum mengikat.
 keharusan tidak bertentangan dengan peraturan perundang-undangan yang lebih tinggi tingkatnya.
 hukumnya harus sesuai dengan kenyataan-kenyataan yang ada dalam masyarakat industri tersebut.
 Kenyataan itu dapat berupa kebutuhan atau tuntutan, atau masalah-masalah yang dihadapi seperti masalah perburuhan, hubungan majikan-buruh, dan lain sebagainya. Dengan dasar sosiologis ini diharapkan peraturan perundang-undangan yang dibuat dan diterima oleh masyarakat secara wajar bahkan sopan.
Landasan Sosiologis
 Peraturan perundang-undangan yang diterima secara wajar akan mempunyai daya berlaku efektif dan tidak begitu banyak memerlukan pengarahan institusional untuk melaksanakannya.
 Soerjono Soekanto-Purnadi Purbacaraka mencatat dua landasan teoritis sebagai dasar sosiologis berlakunya suatu kaidah hukum :
 Teori kekuasaan (Machttheorie) secara sosiologis kaidah hukum berlaku karena paksaan penguasa, terlepas diterima atau tidak oleh masyarakat.
 Teori pengakuan, (annerkennungstheorie). Kaidah hukum berlaku berdasarkan penerimaan dari masyarakat tempat hukum itu berlaku.
Tetapi satu hal yang harus diingat bahwa kenyataan yang hidup dalam masyarakat sebagai dasar sosiologis harus termasuk pula kecenderungan dan harapan masyarakat, jika hal tersebut diabaikan maka keadaan seperti itu akan menyebabkan kelumpuhan peranan hukum.
Hukum akan tertinggal dari dinamika masyarakat. Bahkan peraturan perundangan akan menjadi konservatif karena seolah-olah hanya mengukuhkan kenyataan yang ada. Hal ini bertentangan dengan sisi lain dari peraturan perundangan yang diharapkan mengarahkan perkembangan masyarakat.

Landasan Filosofis
 Setiap masyarakat selalu mempunyai rechtside, yaitu apa yang mereka harapkan dari hukum. Cita hukum tersebut tumbuh dari sistem nilai mereka, pandangan mereka tentang hubungan individual dan kemayarakatan. Semua hal tersebut bersifat filosofis, artinya menyangkut pandangan mengenai inti atau hakekat sesuatu. Hukum diharapkan mencerminkan sistem nilai tersebut baik sebagai sarana yang melindungi nilai-nilai maupun sebagai sarana mewujudkan dalam tingkah laku masyarakat. Nilai-nilai ada yang dibiarkan dalam masyarakat, sehingga setiap pembentukan hukum atau peraturan perundangan harus dapat menangkapnya setiap kali akan membentuk hukum atau peraturan perundang-undangan. Tetapi adakalanya sistem nilai tersebut telah terangkum secara sistematik dalam suatu rangkaian baik teori filsafat, misalnya doktrin filsafat pancasila.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: