Wayang budaya bangsa

7 06 2010

102 tahun yang lalu tepatnya 6 Juni 1901 di kota Blitar lahir sosok Soekarno, presiden dan proklamator kemerdekaan Indonesia. Dalam mengenang hari lahir Pancasila (meski banyak perdebatan) 1 Juni dan hari lahir Seokarno 6 Juni, PDI Perjuangan (PDI-P) mengadakan pagelaran wayang yang dalangnya  dua alias duet, yakni Ki Enthus dari tegal dan Ki Joko Edan dari Semarang. Duet dalang memang cukup menarik, dengan 2 kelir. Duet dalang menarik dengan membawa isu politik yang ada di Indonesia yang dituangkan di Negara pewayangan, presidennya bernama Duryudhono bukan Yudhoyono loh, ada pansus century juga, ada KPK, ada koruptor dan korupsinya serta ada kasus DPR lainnya.

Kritik social di masyarakat tertuang dalam pagelaran wayang kulit ini, banyak hal menarik yang ada di pagelaran wayang yang digelar oleh PDI-P dimana Ketua Umumnya Megawati Soekarno Putri hadir dan menerima wayang dari para dhalang, dan wayang yang diberikan adalah Dewi Kunthi yang merupakan ibu dari para pandawa lima yang berjuang di perang Barathayudha jayabinangun. Perang keadilan dan angkara murka yang bisa juga disebut perang kekuasaan, perangnya hawa nafsu.

Megawati menyampaikan bahwa wayang kulit adalah jati diri bangsa yang harus dijaga dan dilestarikan, jangan sampai wayang diaku lagi oleh bangsa Malaysia yang sudah banyak mengaku budaya Indonesia sebagai budayanya. Penonton yang banyak adalah orang tua meskipun anak muda nya juga tidak jarang, karena muda-mudi yang datang juga cukup banyak, ibu-ibu yang membawa anaknya juga merupakan hal yang bagus dalam mengenalkan budaya bangsa Indonesia.

Fenomena saat ini haruslah budaya asli atau budaya bangsa akan lebih dicinta dari pada budaya asing atau barat, seperti halnya telur ayam, dulu telur ayam buras atau ayam petelor mahal harganya, tetapi saat ini telur ayam kampong kembali mahal.

Mari kita lestarikan budaya bangsa Indonesia, agar anak cucu kita tetap bisa menikmatinya suatu saat nanti, di saat budaya asing menyerbu kita yang perlu lainnya adalah dalam pewayangan banyak nilai filosofis yang terkadung dalam kehidupan sehari-hari dan juga dalam kepemimpinan.


Aksi

Information

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: