Video (diduga) Aril, Luna dan Cut tari melupakan isu besar Indonesia

20 06 2010

Ramainya video yang menghebokan Indonesia bukanlah kali pertama, skandal video anggota DPR YZ dan ME, anak bupati di Kalimantan yang heboh dengan judulnya “BLA” atau Bandung Lautan Asmara yang “dibintangi” anak walikota di Kalimantan dan banyak video yang menyebar tanpa diekspos media. Kasus video yang diduga Aril, Luna Maya dan Cut Tari kali ini luar biasa heboh, bahkan artis porno Jepang yang dikenal dengan “Miyabi” tertarik mengikuti cerita untuk keingin tahuannya serta Presiden pun ikut angkat bicara. Kasus video yang diduga dilakukan Aril, Luna Maya dan Cut Tari ini mengalihkan isu politik nasional yang sedang hangat dan bahkan cenderung panas terlupakan oleh video artis tersebut. Kasus yang melilit Komjen Polisi Susno Duaji yang ditahan karena “meniup” peluit yang membuat kebakaran jengkot Kepolisian Republik Indonesia (Polri) yang terlibat mafia kasus membuat gusar petinggi Polri. Kasus mafia pajak yang dilakukan Gayus Halomon Tambunan atau Gayus diduga kuat melibatkan para petinggi Polri seakan mulai terlupakan, Susno yang pertama mengungkap kasus tersebut, namun ketikaSusno mau membuka yang lain, maka dicarilah “borok” Susno saat menjadi Polisi, dugaan korupsi pengamanan Pilkada Jabar, korupsi suap kasus arwana membuat Susno ditahan oleh institusinya sendiri. Susno yang menurut analisa intelejen Polri merupakan “calon kuat” kandidat kapolri pengganti Bambang Hendarso Danuri (BHD) juga tidak bisa lagi bersaing untuk menjadi Kapolri karena masih ditahan dan harus diproses. Awalnya banyak orang, LSM atau lembaga lain yang mengamati dan mengomentari kasus Susno yang ditahan karena “peniup” harus berhadapan dengan hokum, padahal harusnya menurut LPSK atau lembaga perlindungan saksi dan korban diamanatkan pada undang-undang kalau saksi (pelapor) harus mendapat perlindungan hokum, namun apa daya jika kasus Susno ini sekarang “terdiam” tanpa ada perhatian dari media maupun masyarakat. Naik tarif dasar listrik (TDL), naiknya harga gas elpiji 14kg dan rencana kenaikan harga BBM lepas dari pengamatan masyarakat oleh kasus video porno sang bintang ibu-ibu, media, anak sekolah sampai tukang becak ramai membicarakan video tersebut, karena frekuensi pemberitaan media masa, baik cetak dan elektronik yang kurang mengekspos berita kenaikan TDL, gas dan BBM ini dan memilih mengeskopos berita Aril, Luna dan Cut Tari. Tanggal 1 Juli kenaikan barang-barang tersebut akan terjadi,tetapi masyarakat masih “adem-ayem” atau tenang-tenang saja seperti tidak akan terjadi kenaikan barang-barang dan belanja mereka sehari-hari, padahal jika harga BBM, elpiji dan listrik naik, luar biasa hebohnya bahkan demo penolakan dimana-mana. Mahasiswa yang demo pun mungkin terlena “menikmati” video yang diduga dilakukan Aril, Luna dan Cut Tari sehingga seperti lupa tidak ada demo menolak kenaikan barang-barang tersebut. Ini hal ini patut dipertanyakan apa yang teradi di balik hebohnya video diduga artis tersebut sehingga masyarakat benar-benar lupa jika kasus besar yang sedang terjadi dan akan terjadi dan tentunya akan dirasakan oleh masyarakat Indonesia sendiri “dilupakan”. Penegakkan hokum sangatlah penting bagi Indonesia, karena hokum kita yang carut marut yang “gampang” dibeli oleh orang berduit dan rakyat kecil ditindas oleh atas nama hokum ini dilupakan. Jika tidak diawasi penegakkannya, maka tidak mustahil akan memihal kaum berduit dan penguasa. Banyak kasus yang terjadi antara kaum miskin dan pemilik modal, kaum penegak keadilan melawan penguasa. Preseden buruk akan terjadi jika rakyat hanya diam dengan ulah oknum penegak hokum yang menggunakan hokum sebagai tempat mencari penghasilan dan merekayasa keadilan hanya untuk kepentingan penguasa. Mari kita mawas diri, kita awasi kasus yang ada di negeri ini, terus amati, terus “lawan” pemerintahan yang mendolimi rakyatnya. Lawan koruptor…

Lupakan video aril, luna dan cut tari, masih penting kasus lain yang akan membuat miskin rakyat Indonesia….


Aksi

Information

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: