kenapa do’a kita tak segera dikabulkan?

31 07 2010

Sahabatku rahimakumullah,

Pernahkah kita berdo’a tetapi kita seolah-olah merasakan do’a kita itu tidak didengarkan oleh Allah swt ?

Sesungguhnya bukan do’a kita tidak didengar Allah, tetapi belum dikabulkan karena faktor prerogatif dan pertimbangan Allah dan atau mungkin memang do’a kita itu tidak dikabulkan karena ada sesuatu hal didalam diri kita yang membuat do’a kita tidak di-ijabah. Untuk itu pernahkah kita introspeksi diri mengapa doa kita tidak dikabulkan Sang Maha Pemurah?

Pada suatu ketika Rasullah saw ditanya oleh salah seorang sahabat Sa’ad bin Abi Waqqas yang meminta petunjuk kepada beliau bagaimana caranya supaya do’anya kepada Allah swt selalu dikabulkan.

Dan seraya Rasulullah saw menjawab: “Perbaiki makananmu” memberi nasehat. Lalu beliau juga melanjutkan: “Barang siapa memakan barang halal, maka bersinarlah penghalang antara do’anya dan Allah swt. Sebaliknya barang siapa yang memakan barang yang subhat (diragukan kehalalannya), maka gelaplah agamanya dan tertutuplah hatinya. Barang siapa makan barang yang haram ringanlah agamanya, mati hatinya, lemah keyakinannya dan Allah mengutuknya.”

Jika kita lihat fenomena umum disekitar kita sangat ini terlihat bahwa kehidupan sekarang sangatlah kompetitif sekali, disamping tuntutan kebutuhan hidup semakin melambung tinggi. Yang tidak ayal lagi hal ini akan membuat orang berjibaku untuk mendapatkan yang diinginkannya dan bahkan banyak yang cenderung memilih jalan pintas dengan tidak memperhatikan lagi soal halal atau haram. Baik dari cara mendapatkannya maupun dari kondisi dan sifat barang itu sendiri, yang penting mendapatkan yang diinginkan, masa bodoh dengan bagaimana mendapatkannya.

Padahal kita semua telah tahu bahwa Islam mensyaratkan kita untuk mencari rejeki yang halal. Dan lebih parah lagi bahkan kita sengaja mencari dalih-dalih tertentu untuk dapat dilihat orang sepertinya yang kita dapatkan itu halal, padahal hakikatnya sebaliknya. Telah lupakah kita dengan peringatan Rasulullah saw: “Ada seseorang yang khusuk berdo’a kepada Allah. Tetapi, bagaimana Allah akan mengabulkan do’anya, sementara yang dimakannya sehari-hari berasal dari harta yang haram, pakaian yang melekat pada tubuhnya adalah pakaian yang haram, darah yang mengalir dalam tubuhnya mengandung zat makanan yang haram dan ia bergelimang dengan penghasilan yang haram.”

Sedangkan dikesempatan lain juga beliau menjelaskan bahwa apabila seseorang memasukkan kedalam rongga mulutnya makanan yang diperolehnya melalui jalan yang tidak halal makaselama empat puluh hari ibadahnya tidak diterima Allah, yakni selama didarahnya mengalir zat-zat makana yang tidak halal tersebut. Lantar coba kita renungkan jika makanan tersebut telah menjadi darah dan daging ditubuh kita dan itu akan tetap selama sisa hidup kita, dan kapan lagi Allah akan mengabulkan do’a kita?

Disamping itu Rasulullah saw juga menjelaskan bahwa ada hal yang lain menyebabkan do’a kita tertolak dari perkenannya Allah, yakni apabila kita sudah tidak peduli lagi dengan lingkungan disekitar kita dengan melalaikan tugas keislaman kita amar ma’ruf nahi mungkar. Didalam salah satu hadits yang diriwayatkan oleh ‘Aisyah ra. Ketika itu Rasulullah saw pulang ke rumah dengan wajah sendu karena menerima wahyu yang berbentuk peringatan dari Allah swt.

Dan lantas beliau menyampaikan kepada ummatnya: “Wahai manusia, sesungguhnya Allah swt baru saja berfirman kepadaku, wajib bagi kamu sekalian mengajak orang lain kepada kebaikan dan mencegah perbuatan mungkar. Agar jangan datang satu sa’at dimana kamu berdo’a tetapi Aku (Allah) tidak menjawab do’amu, kamu meminta tetapi Aku tidak kabulkan, kamu memohon pertolongan tetapi Aku tidak memberi pertolonga. Demikian Rasulullah saw mengamanatkan kepada sekalian ummatnya tentang salah satu menyebab tertolaknya do mereka. Jadi bila do’a kita tidak lagi di jawab Allah, bukanlah berarti karena Allah swt itu tidak lagi bersifat Maha Pemurah, tetapi seharusnyalah kita yang mengaca diri kita sendiri apa yang menjadi penyebabnya.

Semoga kita dapat memperhatikan dua hal pokok diata yang menjadikan tidak di-ijabahnya do’a-do’a kita, dan semoga Allah selalu memberikan bimbingan kepada kita untuk mencari nafkah yang halal saja dan juga kekuatan untuk melaksakan amar ma’ruf nahi mungkar. Amiin

Nah jika do’a kita tertolak, mari kita berkhuznudzan (berprasangka baik) kepada Allah bahwa do’a kita pasti dikabulkan oleh Nya , hanya mungkin masalah waktu, karena ada do’a yang dikabulkan ketika kita hidup di dunia dan ada do’a kita yang dikabulkan Allah ketika kita di alam barzakh. Juga ada baiknya introspeksi diri kita, karena boleh jadi do’a kita tertolak dikarenakan ada makanan yang tidak halal yang masuk di tubuh kita, atau kita kurang peduli dengan lingkungan di sekitar kita. Wallahualam bissawab

Bârakallâhu lî wa lakum, Matur syukran n Terima kasih.
Semoga Bermanfaat ya

Jakarta, 31 Juli 2010
Billahit taufiq wal hidayah
Wassalamualaikum wr.wb

Imam Puji Hartono/IPH(Gus Im)

“Utamakan SEHAT untuk duniamu, Utamakan AKHLAK dan SHALAT untuk akhiratmu”


Aksi

Information

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: